Site Loader

ASIA TIMUR DALAM KEPENTINGAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT
Githa Savitri Andarie
150910101005
Ilmu Hubungan Internasional
Matakuliah: Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Asia Timur sebagai merupakan sebuah entitas yang sangat besar diaman negara-negara di kawasan ini memiliki peran penting di dalam konteks hubungan internasional. Terlebih lagi, Asia timur merupakan suatu kawasan dimana negara-negaranya mayoritas merupakan negara maju dan wilayah yang sangat potensial di dunia. Hal ini dikarenakan GNP negara-negara di Asia timur terletak pada urutan ke lima dan kemajuan teknologi serta kualitas SDA di negara-negara Asia timur yang tidak dapat diremehkan. Negara-negara di Asia timur memiliki kekuatan industry dan perekonomian yang tidak dapat diabaikan oleh Amerika Serikat, dan sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai bahan baku produksi dengan harga yang jauh lebih murah daripada Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan Asia timur menjadi kawasan vital interest bagi politik luar negeri Amerika Serikat. Karena pentingnya Asia timur bagi kepentingannya, Amerika terus berupaya untuk mempertahankan dan memperkuat pengaruhnya di kawasan Asia timur. Kepentingan Amerika Serikat di kawasan Asia timur telah tergambar jelas sejak dahulu kala. Dimulai sejak tahun 1784 dimana pada saat itu Amerika melakukan hubungan dagang dengan kekaisaran China. Tidak hanya China, Amerika Serika juga melakukan kerja sama dagang dengan Jepang pada tahun 1853. Dan menjadi mitra dari Korea selatan pada tahun 1882. Hal perlu digaris bawahi adalah jika Amerika Serikat lebih mengutamakan adanya hubungan bilateral dengan masing-masing negara di Asia timur. Untuk menjelaskan kepentingan Amerika Serikat di Asia timur tidak dapat di jelaskan secara bulat berdasarkan kawasan, tetapi dijelaskan melalui hubungan bilateral antara negara-negara di Asia Timur dengan amerika.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Setelah Jepang mengalami kekalahan perang dalam perang dunia ke dua, Amerika Serikat memainkan peran sentral di kawasan Asia timur. Ditandanganinya perjanjian keamanan di San Fransisco pada 1951, menjadikan Jepang sebagai satelit militer Amerika Serikat dan mendapatkan jaminan keamanan dari Amerika Serikat. Aliansi antara amerika dan Jepang dapat dikatan aliansi kuat di Asia timur. Hubungan amerika dan Jepang dalam prosesnya dapat dianalisis melalui teori realis menurut foreign policy AS pada awal hubungan mereka dan kemudian liberal menurut foreign policy AS pada saat ini. Pada awal hubungan Amerika Serikat dan Jepang pasca penandatangan perjanjian keamanan di San Fransisco, Jepang sangatlah menurut pada seluruh kebijakan Amerika Serikat. Pada prosesnya, Jepang menganggap jika mereka sangat bergantung pada diplomasi dengan Amerika Serikat. Dan Amerika Serikat juga memiliki anggapan jika aliansi mereka terhadap Jepang sangat penting bagi kepentingan Amerika Serikat. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan dengan kepemimpinan amerika yang sekarang, hubungan amerika dengan Jepang lebih condong kearah liberal. Hal ini dikarenakan hubungan yang naik turun antara kedua negara. Jepang sebagai negara besar yang telah melakukan aliansi dan perjanjian dengan negara lainnya di dunia dan mendukung adanya hukum internasional mulai menentang dan meragukan kebijakan dan tindakan Amerika Serikat. Mereka menentang tindakan sewenang-wenang dan imperialism Amerika Serikat terhadap negara-negara lemah misalnya palestina. Munculnya kebencian terhadap amerika akibat arogansi dan kemunafikan amerika di dalam menyelesaikan masalah dunia di PBB yang mana amerika sangat jelas berpihak kepada salah satu subjek konflik yang harusnya amerika sebagai negara adidaya yang memiliki pengaruh besar di PBB terikat secara moral untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi. Sebagai tambahan, naik turunnya hubungan antara Jepang dengan amerika dapat dilihat dari permasalahan yang terjadi di pusat pangkalan militer amerika di Okinawa, Jepang atau Futenma. Terjadinya konflik antara masyarakat dengan pasukan militer yang melakukan tindakan hak asasi menyebabkan hubungan keduanya sedikit tergoncang. Mayarakat Jepang khususnya Okinawa tidak mempercayai militer amerika yang berada di kawasan tersebut dan menginginkan agar futenma tersebut keluar dari Jepang.
Sedangkan hubungan antara amerika dengan Korea selatan lebih di dominasi oleh ancaman nuklir dari Korea Utara. Pasca PD II setelah terjadi perebutan dan pembagian kekuasaan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, yang berakhir dengan Korea Utara di kuasai oleh Uni Soviet dan Amerika menguasai Korea selatan. AS memasukkan Korea selatan kedalam aliansi Asia timur dan memberikan berbagai bantuan termasuk bantuan ekonomi. Sama seperti negara tetangganya Jepang, dalam analisis teori realis dan liberal, Korea selatan sangat mementingkan hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat. Dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Amerika Serikat ditambah dengan dukungan dan jaminan keamanan terhadap ancaman dari Korea Utara yang menyebabkan Korea selatan sangat bergantung pada Amerika Serikat. Dalam aliansinya, amerika memberikan jaminan keamanan bagi Korea selatan jika terjadi ancaman dan penyerangan oleh Korea Utara, khususnya masalah nuklir. Akan tetapi setelah adanya Pyongyang Summit pada tahun 2000, ketergantungan Korea selatan mulai berkurang. Korea selatan mendukung agar Amerika Serikat tidak bersikap imperialis, arogan dan sewenang-wenang dalam menyelesaikan permasalahan di dunia, khususnya masalah kemanusiaan. Terlebih dengan adanya pertemuan antara Korea selatan dan Korea Utara yang di lakukan baru-baru ini, bisa memungkinkan jika ketergantungan Korea selatan terhadap amerika akan semakin berkurang.
Hubungan Amerika dengan China sangatlah kompleks dikarenakan kedua negara ini sama-sama mengklaim dirinya sebagai penguasa Asia timur. Karena adanya clash antara kedua negara ini, hubungan mereka dianalisis dengan teori liberal dan kemudian menjadi realis walaupun pada saat ini dapat di jelaskan dengan teori liberal kembali. Perbedaan kepentingan dan clash pemikiran antara amerika dan China, terlebih lagi perbedaan ideology diantara kedua negara ini menjadikan hubungan keduanya tidak dalam hubungan baik. China sangat waspada terhadap Amerika Serikat dikarenanakan gerakan anti-komunisme yang di galakkan oleh amerika terhadap seluruh dunia. Menentang dominasi Amerika Serikat di Asia timur karena China memiliki anggapana jika dirinya adalah sentral di Asia timur. Hubungan amerika dengan China mulai membaik pada tahun 1972, dengan beraliansi melawan USSR dikarenakan perbedaan paham komunisme antara China dan USSR. China dan USSR sama-sama menginginkan untuk menjadi satu-satunya pemimpin komunis global. Sehingga China beraliansi dengan amerika untuk kepentingan mereka. Selain itu, aliansi tersebut berlanjut hingga aliansi dagang yang menyebakan saling ketergantungan diantara keduanya. Akan tetapi hubungan keduanya meregang kembali setelah adanya perang ekonomi diantara kedua negara ini. China menentang dan mewaspadai kebijakan oleh pemerintahan amerika yang sekarang karena kemunafikan dan arogansinya dalam hubungan perekonomian tersebut. selain itu, pertumbuhan pesat negara China yang semakin besar dan kuat, membuat amerika harus menekan dan membendung kekuatan China di Asia timur agar amerika tidak kehilangan pengaruhnya di kawasan tersebut. selain itu, masalah hubungan keduanya juga disebabkan oleh dukungan dan aliansi amerika kepada Taiwan yang notabenenya tidak diakui oleh China itu sendiri.
Dapat dikatakan jika pengaruh Amerika Serikat di kawasan Asia timur masih kuat. Akan tetapi hal tersebut mulai terancam dengan kebangkitan China menjadi negara besar. Menurunnya kebergantungan dan tingkat kepercayaan negara-negara di Asia timur terhadap pemerintahan Amerika Serikat yang sekarang dan ditambah dengan kebangkitan dominasi China membuat posisi Amerika Serikat di Asia timur semakin tersudut. Ditambah dengan reputasi Amerika Serikat yang semakin menurun dimata dunia akibat tindakannya yang tutup mata dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan di dunia dan campur tangan amerika dalam konflik Palestina dan Israel. Membuat negara-negara di dunia, tidak terkecuali negara-negara di kawasan Asia timur membenci kebijakan amerika tersebut. yang seharusnya amerika ikut melakukan penyeleaian masalah kemanusiaan yang ada di dunia bukannya semakin memperburuk. Selain itu tindakan controversial pemerintah Amerika Serikat termasuk dalam bidang ekonomi kepada negara-negara lainnya juga negara di Asia timur, menyebabkan negara-negara tersebut waspada terhadap seluruh tindakan dan kebijakan amerika. Jadi, menurut opini saya, hubungan Amerika Serikat di Asia timur saat ini bisa dejelaskan dengan teori liberal. Dimana negara-negara di Asia timur bertindak waspada terhadap seluruh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Mereka waspada terhadap seluruh kebijakan luar negeri Amerika Serikat di negara mereka, seperti pada saat adanya isu jika amerika akan menarik bantuan di Jepang. menentang adanya dominasi dan imperialism amerika terhadap negara lain, menuntut amerika untuk mematuhi hukum internasional serta rasa tidak suka terhadap kebijakan kontroversial yang dilakukan pemerintah amerika saat ini. Hal ini berkaitan dengan isu kemanusiaan yang masih hangat terjadi di dunia saat ini. Terkait dengan isu imigran dan isu kemanusiaan dan hak asasi di timur tengah.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak melakukan tindakan plagiarism”

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Sarah!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out