Site Loader
Order Essay
111 Town Square Pl, Jersey City, NJ 07310, U.S.
111 Town Square Pl, Jersey City, NJ 07310, U.S.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang sering berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua materi yang diajarkan dalam matapelajaran matematika memiliki peran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dari bangku pendidikan sekolah dasar sampai sekolah menengah, matapelajaran ini sudah diajarkan. Secara umum Garis-Garis Besar Program Pengajaran Matematika atau disingkat GBPP Matematika mengungkapkan bahwa matematika di sekolah dasar memiliki dua tujuan umum, tujuan tersebut antara lain:
Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan didalam kehidupan dan didunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasinoal, kritis, cermat, jujur, dan efektif.

Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. (Karso, 2007: 2.7-2.8)
Namun pada kenyataannya tujuan pembelajaran matematika secara umum ini mengalami beberapa kendala. Kendala tersebut adalah tidak sesuainya hakikat matematika dan hakikat anak. Hakikat matematika menekankan proses berfikir secara deduktif sedangkan hakikat anak masih berada pada tahap oprasinal konkrit (Karso, 2007:1.4). Dimana dalam tahap oprasional konkrit ini matematika yang dianggap logis dan jelas oleh para ahli masih cenderung dianggap siswa tidak masuk akal dan cenderung membingungkan (Karso, 2007:1.5). Lebih lanjut menurut Karso (2007:1.4) mengatakan bahwa perlu adanya peran guru secara khusus untuk menjembatani anak yang masih belum dapat berfikir secara deduktif dengan matematika yang memiliki sifat deduktif. Peran guru disekolah sangat memiliki pengaruh guna tercapainya tujuan pembelajaran matematika dalam proses belajar mengajar dan membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal (Fitri, Helena dan Syarifuddin, 2014:18). Hasil belajar dinilai sangatlah penting karena hasil belajar merupakan salah satu penentu keberhasilan siswa dalam bidang pendidikan (Fitria, Helena dan Syarifuddin, 2014:18).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pengamatan di SD N Jatirunggo 02, penulis mendapati salah seorang siswa yang sedang kebingungan dalam mengerjakan soal matematika. Karena merasa kebingungan, pada akhirnya dia memilih untuk menengok jawaban milik temannya. Ketika penulis menghampiri siswa tersebut, penulis mencoba untuk sedikit membantu dengan memberikan contoh bagaimana cara pengerjaan yang tepat. Namun yang terjadi adalah siswa tersebut bolak balik bertanya kepada penulis apakah jawabannya sudah tepat atau masih belum tepat.
Hasil belajar siswa kelas V di SD N Jatirunggo 02 pada mata pelajaran matematika semester I tahun ajaran 2018/2019 menunjukkan dari 33 siswa, 20 siswa atau 61% berada di atas KKM dan 13 siswa atau 39% masih berada dibawah KKM, yaitu 65. Dari 13 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM terdapat 9 siswa yang memiliki nilai yang jauh dibawah KKM dengan rentang nilai 24-46.Tiga belas siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena pada dasarnya hasil belajar merupakan penentu dari kemampuan belajar seseorang (Fitria, Helena dan Syarifuddin, 2014:18). Kemampuan belajar seseorang sangatlah penting dimiliki oleh siswa sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan, terutama kemampuan belajar dalam matapelajaran matematika. Hal ini dikarenakan model-model matematika dinilai mampu mengatasi masalah-masalah yang ada di dunia nyata (Karso, 2007:1.4). sehingga akan sangat disayangkan jika tujuh siswa ini memiliki hasil belajar yang rendah.

Banyaknya siswa yang memeroleh nilai yang baik yaitu 20 siswa dan adanya siswa yang memiliki nilai jauh dibawah KKM yaitu 13 siswa, mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan kegiatan tutorial. Namun tutorial yang diberikan bukanlah dari guru itu sendiri, namun oleh teman sebaya yang lebih mampu. Tutorial yang akan diberikan adalah tutorial dari teman sebaya yang disebut tutor sebaya. Tutor sebaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan alasan bahwa tutor sebaya memiliki hubungan yang jauh lebih dekat dibandingkan guru sehingga ketika tutor sebaya menjelaskan kepada teman satu kelasnya mereka akan menggunakan ungkapan yang sederhana untuk membuat teman-temannya mengerti (Suparno, 2013:148). Sehingga apabila terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa maka dapat dikatakan kemampuan belajar siswa juga meningkat.

Penelitian yang pernah dilakukan oleh Wijaya (2014:15-19) mengenai tutor sebaya dalam peningkatan motivasi belajar siswa, terdapat peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Dimana siswa yang awalnya masih kurang aktif disiklus pertama menjadi lebih aktif disiklus kedua. Sedangkan dalam penelitian ini juga mengatakan bahwa tutor sebaya mampu memenuhi empat pilar yang dikemukakan oleh UNESCO yaitu learning to know, Learning to do, learning to live together dan learning to be. Dari penelitian yang dilakukan oleh Afifah (2011,64-81) mengenai tutor sebaya, mengatakan bahwa hasil belajar siswa berkesulitan belajar kelas III di SDN Kepatihan Surakarta tahun pelajaran 2010/ 2011 mengalami peningkatan. Dalam penelitian ini siklus dilaksanakan dalam tiga siklus dan nilai rata-rata siswa selalu meningkat pada setiap siklusnya. Meningkatnya nilai rata-rata siswa yang akhirnya mencapai KKM ini dapat diraih pada siklus ketiga. Dari dua penelitian yang telah dilakukan oleh Wijaya (2014,15:19) dan Afifah (2011,64-81) dikatakan bahwa metode tutor sebaya mampu meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar. Dalam metode tutor sebaya, siswa akan tergabung dalam kelompok dimana setiap kelompoknya akan diberikan tugas untuk diselesaikan bersama dengan bantuan tutor sebaya. Setiap anggota dalam kelompok memegang peranan penting dalam menyelesaikan tugas tersebut. Sehingga dari metode ini siswa bukan hanya belajar untuk memahami suatu konsep namun siswa juga belajar untuk bertanggung jawab akan perannya didalam kelompok belajar. Keuntungan yang didapatkan dari metode tutor sebaya bukan hanya didapatkan dari pihak yang menerima tutorial. Mereka yang diberikan tugas sebagai tutor juga akan mendapat keuntungan yaitu bertambahnya pengalaman dan semakin dalamnya pengetahuan yang mereka miliki. Beberapa ahli meyakini suatu mapel mampu dikuasi siswa dengan sungguh-sungguh apabila siswa tersebut dapat mengajarkan kepada siswa lain (Silberman, 2009: 165). Dengan memberikan pengajaran kepada siswa lain, siswa yang berperan sebagai tutor juga mampu belajar hal yang bermakna secara bersamaan.

Dalam penelitian ini nantinya tutor sebaya juga akan dipadukan dengan metode inkuiri. Metode inkuiri adalah salah satu metode scientific atau Pendekatan scientific yang diyakini sebagai titian emas dalam mengembangkan dan menumbuhkan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan siswa dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kiteria ilmiah (Atsan dan Gazali, 2013:429). Sehingga akan sangat tepat dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan lebih memaksimalkan proses belajar siswa ketika kegiatan tutorial dilaksanakan. Kriteria ilmiah dalam pendekatan scientific ini adalah:
Berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika
Penjelasan guru, respon siswa, interaksi guru dengan siswa terbebas dari dugaan atau penalaran yang menyimpang dari alur berfikir logis
Mendorong siswa befikir kritis, analitis, dan tepat dalam memecahkan masalah.

Mendorong siswa berfikit hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, atau hubungan pada materi pembelajaran.

Mendorong siswa memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola pikir yang rasional dan objektif saat merespon materi pembelajaran.

Berbasis pada konsep, teori, fakta empiris yang mampu dipertanggungjawabkan.

Tujuan pembelajaran dijelaskan secara sederhana dan jelas namun merik dalam system penyajiannya. (Atsan dan Gazali, 2013:429-430)
Metode inkuiri hampir memiliki kesamaan dengan metode discovery. Perbedaan metode inkuiri dengan metode discovery terletak pada penemuannya. Metode inkuiri lebih pada penyelidikan suatu masalah yang secara ketat mengikuti metode ilmiah atau scientific, sedangkan metode discovery tidak mewajibkan melakukan penyelidikan masalah namun dapat berupa penemuan biasa (Suparno, 2013:82).

Alasan kenapa penulis tidak memilih metode discovery adalah karena metode discovery memberikan kebebasan pada siswa untuk menemukan sesuatu sendiri (Suparno,2013:78). Hal ini tidak sesuai dengan keinginan penulis yang mengharapkan proses belajar yang terarah. Untuk itu penulis memilih metode inkuri dengan alasan supaya siswa dapat belajar lebih terarah sesuai pada metode scientific dan tujuan pembelajaran. Sehingga metode pembelajaran yang digunakan benar-benar ditekankan pada pemerolehan hasil belajar yang baik pada siswa.

1.2 Identifikasi Masalah
Dari apa yang penulis amati di kelas lima SD N Jatirunggo 02 pada semester ganjil 2018/2019, terdapat tiga belas siswa yang memiliki hasil belajar yang rendah pada mata pelajaran matematika. Hasil belajar yang rendah tersebut ditandai dari nilai ulangan harian tiga belas siswa pada mata pelajaran matematika yang hampir selalu rendah dibawah KKM yaitu dibawah 65. Penyebab dari rendahnya nilai ulangan harian ketiga belas siswa ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tesebut terbagi menjadi dua golongan yaitu faktor internal dan faktor ekstenal.
Faktor internal dari rendahnya ulangan harian ketiga belas siswa kelas lima SD N Jatrunggo 02 semester ganjil 2018/2019 pada mata pelajaran matematika disebabkan oleh minat siswa terhadap mata pelajaran ini. Ada yang mengatakan bahwa mereka merasa kesulitan, kadang kala suka kadang kala tidak, dan ada juga yang mengatakan mereka malas berhitung. Sehingga tidak jarang, saat berlangsungnya proses pembelajaran, siswa ini sering sekali berbicara sendiri, gaduh, dan mengganggu teman disekitar bangku mereka. Ketika siswa-siswa tersebut diingatkan atau diminta maju kedepan kelas, mereka akan menanggapi dengan santai.

Sifat santai yang dimiliki ketiga belas siswa ini tidak terlepas dari faktor eksternal yang berada disekitar siswa. Faktor eksternal ini adalah adanya hubungan dekat antara beberapa siswa dari tujuh siswa ini yang mengakibatkan mereka seakan memiliki tempat untuk berilindung satu sama lain. Sehingga ketika siswa diingatkan akibat kesalahan mereka seperti berbicara sendiri, gaduh, dan mengganggu teman tidak mereka renungkan dengan baik. Peringatan yang diberikan kepada ketujuh siswa ini dilakukan dengan harapan agar siswa lebih memperhatikan pelajaran dengan baik. Jika siswa tidak memperhatikan pelajaran dengan baik maka akan sedikit ilmu yang mereka serap dari pelajaran yang mereka pelajari terutama matapelajaran marematika. Terlebih matematika memiliki keterkaitan pada setiap konsepnya sehingga apabila siswa tidak mengetahui dasar konsep yang sebelumnya dijelaskan maka siswa tidak akan mampu menyelesaikan masalah pada konsep selanjutnya. hal inilah yang menyebabkan ketiga belas siswa ini mendapatkan nilai ulangan harian yang rendah pada mata pelajaran matematika semester gasal 2018/2019.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada latar belakang masalah bahwa hasil belajar siswa mempengaruhi kemampuan belajar siswa yang nantinya dapat digunakan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan terutama mata pelajaran matematika yang dinilai mampu mengatasi masalah-masalah pada dunia nyata. Jika hasil belajar siswa rendah maka kemampuan belajar siswa juga dapat dikatakan rendah. Sehingga bekal yang mereka miliki untuk masa depan juga belum mencukupi. Jika hal ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan sembilan siswa tersebut akan mengalami kesulian dalam mengikuti arus jaman yang selalu barubah-ubah terutama dalam mengatasi masalah yang terdapat didunia nyata.

Metode tutor sebaya dipadu metode inkuiri merupakan salah satu desain pembelajaran yang inovatif, yang dapat digunakan oleh guru untuk mendesain pembelajaran, karena kedua metode ini akan mengarahkan mereka untuk belajar aktif dalam kelompok sehingga diharapkan siswa nantinya akan memiliki tanggung jawab dalam kelompok dan tidak ada salah satu siswa yang akan asik sendiri. Maka dari itu dalam penelitian ini hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pembagian kelompok yang tepat agar setiap kelompok dapat belajar sesuai dengan yang diharapkan dan tidak bermain sendiri. Sehingga penulis memutuskan akan memisahkan siswa yang memiliki hubungan yang sangat dekat agar tidak menjadi satu kelompok. Melalui Metode Tutor Sebaya dan Metode Inkuiri, diharapkan siswa lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat terhadap masalah yang ditemukan dalam topik pembelajaran, siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika sebagai wujud dari pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Dalam pelaksanaannya, metode tutor sebaya ini akan menempatkan siswa yang memiliki nilai dibawah rata-rata untuk belajar dengan teman sebaya yang memiliki nilai diatas rata-rata. Tutor sebaya juga bukan hanya bagaimana siswa belajar dari siswa yang lebih pandai namun juga siswa belajar bagaimana bekerjasama dalam melakukan sesuatu. Sehingga terjadilah pembelajaran yang bermakna. Manfaat yang akan didapatkan siswa dari tutor sebaya adalah siswa yang tidak tahu akan menjadi tahu ketika mencari materi dari tugas yang diberikan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, bekerjasama dalam mengatasi konflik, memberikan siswa bekal untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda, menumbukan rasa percaya diri sehingga siswa lebih memahami diriya, dan lebih mampu mengendalikan diri dan konsisten (Wijaya, 2014:19).

Selain metode tutor sebaya, metode inkuiri juga akan digunakan dalam penelitian ini. Metode inkuri merupakan metode yang menekankan pada siswa untuk menyelidiki masalah dan menemukan jawabannya sesuai dengan metode ilmiah atau metode scientific (Suparno, 2013:82). Metode inkuiri dapat memberikan situasi tertantang pada diri siswa untuk menjawab masalah yang dihadapi. Hal ini dapat terjadi dengan adanya peran guru. Seperti yang diungkapkan oleh Sofiani (2011:8) bahwa peran guru dalam kegiatan metode inkuiri adalah menstimulasi siswa agar tertantang untuk berfikir kritis. Sehingga perhatian siswa akan lebih tefokus untuk menyelidiki masalah dan tidak mudah teralihkan dengan gangguan yang lain.
Metode tutor sebaya dan metode inkuiri diyakini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan Hidayah, Irawati, dan Elmubarok (2013:21) menunjukan bahwa dengan tutor sebaya, siswa mampu meningkatkan hasil belajarnya pada setiap siklus dimana nilai tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata siswa yang semula masuk kriteria sedang berubah ke kriteria tinggi. Sedangkan, melalui hasil penelitian yang dilakukan Trisnadewi, Darsana, dan Wiyasa (2014:1), menunjukan bahwa metode inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya yang ditunjukan dengan nilai rata-rata siswa dari kriteria sedang kekriteria tinggi.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan hasil observasi yang telah di lakukan maka dapat dibuat suatu rumusan masalah sebagai berikut:
Apakah metode tutor sebaya dipadu dengan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada matapelajaran matematika kelas V di SD N Jatirunggo 02 semester I tahun 2018/2019?
Bagaimana metode tutor sebaya dipadu dengan metode Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada mata pelajaran matematika kelas V SD N Jatirunggo 02 semester I tahun 2018/2019?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian di SD N Jatirunggo 02 adalah sebagai berikut.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada mata pelajaran matematika dengan metode tutor sebaya dipadu metode inkuiri di kelas V SD N jatirunggo 02 semester I tahun 2018/2019.
Untuk menjelaskan alasan rasional bahwa metode metode tutor sebaya dipadu metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang tuntas dan tidak tuntas pada mata pelajaran matematika kelas V SD N Jatirunggo 02 semester I tahun 2018/2019.

1.5Manfaat Penelitian
Dalam penelitan tindakan kelas manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut.

Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis ini adalah sumbangan pengetahuan dalam meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran metode tutor sebaya dan metode inkuiri pada mata pelajaran matematika.

Manfaat Praktis
Bagi Siswa
Dengan adanya tutor sebaya siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran.
Dengan menggunakan metode inkuiri siswa dapat belajar secara ilmiah.

Siswa dapat mudah menyesuaikan materi yang selanjutnya akan dibahas.

Meningkatnya motivasi dalam diri siswa.

Bagi Guru
Membantu guru dalam mengatasi kesenjangan usia antara siswa dengan guru.

Guru lebih mudah mentransfer materi yang selanjutnya akan dibahas.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Elizabeth!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out