Site Loader

Menurut Arikunto (Djamarah 2013 : 178) bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap siswa di kelas dapat bekerja dengan tertib, tertib disini artinya siswa terus bekerja dan melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan sehingga tujuan pembelajaran tercpai secara efektif dan efesien.
c. Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas
Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas yaitu menciptakan dan memelihara kondisi optimal serta mengembalikan kondisi belajar menjadi optimal.
Menurut Barnawi (2015 : 153) bahwa komponen pengelolaan kelas terbagi menjadi dua, yaitu komponen yang bersifat perventif dan komponen yang bersifat kuratif. Komponen yang bersifat perventif ialah komponen yang berhubungan dengan tindakan penciptaan dan pemeliharaan kondisi optimal, sedangkan komponen yang bersifat kuratif ilah komponen yng berhubungan dengan tinadakan untuk mengembalikan kondisi belajar menjadi optimal.
2. Keaktifan Belajar
a. Pengertian Keaktifan Belajar
Keaktifan belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Keaktifan siswa dalam proses belajar terlihat dari hasil belajar yang sudah ada.
Menurut Warsono (2013 :196) bahwa pembelajaran aktif secara sederhana didefinisikan sebagai metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
b. Jenis-jenis Keaktifan Belajar Siswa
Adapun jenis-jenis keaktivan belajar menurut Syarifudin (2010 : 103) yang dapat dikembangkan pada proses belajar mengajar dengan pendekatan cara belajar aktif terdapat beberapa kegiatan seperti:
1. Kegiatan visual yang mencakup membaca materi akan mempermudah pemahaman siswa saat pembelajaran berlangsung.
2. Kegiatan lisan seperti mengajukan pertanyaan terhadap materi ajar yang tidak dipahami, siswa berani mengemukakan pendapat tentang sesuatu yang mereka pahami maupun sesuatu yang mereka anggap salah, serta memberi saran ataupun masukan jika terjadi suatu masalah.
3. Kegiatan menulis berupa bahan pelajaran mempermudah siswa untuk mengingat kembali pelajaran yang sudah dibahas maupun yang belum dibahas, membuat rangkuman agar lebih mudah mengingat dan memahami tentang materi yang diajarkan.
4. Kegiatan mental seperti memecahkan masalah sangat penting dilakukan oleh siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman, dan yang tidak kalah penting lagi yaitu membuat suatu keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi.

Post Author: admin